Uncategorized

KASUS PENIPUAN TERBARU DI INDONESIA

KASUS PENIPUAN TERBARU DI INDONESIA terjadi pada penipuan kasus robot trading. Dua tersangka lagi dalam kasus robot dagang Fin888 Saat ini, jumlah totalnya adalah  ada empat tersangka dalam kasus tersebut.
Laporan Polisi Nomor: LP/B/0077/II/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI, TGL 11 FEBRUARI 2022 DAN CEK KEAMANAN NO : SP.Sidik/171/I/I RES. 1.24./2023/ Dittipideksus, 2 Januari 2023.

KASUS PENIPUAN TERBARU DI INDONESIA

“Pedagang resmi atau penyalur skema piramida tidak boleh melakukan tindak pidana perdagangan,” jelas Whisnu, Jumat (16/6/2023).

Empat tersangka dalam kasus tersebut adalah PS; CC Whisnu mengatakan S dan SG. Pertama, PS dan CC ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

“Brother PS leader yang pertama kali mengenalkan produk Fin888 kepada anggota di Indonesia, dan Brother CC leadernya dan saat ini ditahan di Rutan Bareskrim Polri,” ujarnya.

Membaca:
Pengacara garis mengantarkan korban robot perdagangan ATG dari Barbuk.
Saat itu, dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka, S dan SG. Keduanya masih dalam pelarian dari polisi.

“Kakak S direktur perusahaan bursa. Kakak SG orang Singapura dan pemilik broker Sametrade FX,” ujar Whisnu.

Whisnu menambahkan berkas perkara PS dan CC kini sudah lengkap atau P-21. Pihaknya kini sedang mempersiapkan Tahap 2 untuk menyerahkan kedua tersangka ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Membaca:
Bareskrim – Wahyu Kenzo mencapai 272 orang dan merugi Rp. 241 miliar
Di sisi lain, kata dia, polisi masih mencari dua tersangka berinisial S dan SG.

Whisnu mengatakan Singapura (Polri) berkoordinasi dengan Hubinter untuk menangkap S dan SG.

Whisnu mengatakan korban tewas akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai 500 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 167 miliar.

Korban datang ke Bareskrim.
Hari ini (12/4), Rabu (12/4) Banyak korban penipuan robot trading Fin888 datang ke gedung Bareskrim. Ia meminta penyidik ​​menangkap pelaku utama kasus tersebut.

Fin888 beroperasi sejak 2019, menurut kuasa hukum terdakwa, Oktavianus Setiawan. hingga Desember 2021; Penipuan dimulai dan investor tidak dapat menarik dana.

Fin888 mulai beroperasi pada Oktober 2019. Penipuan dimulai pada 2019 dan dia mengatakan dia tidak dapat menarik uangnya pada Desember 2021.

Baca selengkapnya
Oktavianus menduga ada upaya untuk melindungi rakyat dalam kasus ini. Maka ia mendatangi Bareskrim dan meminta penyidik ​​bertindak profesional.

“Bareskrim, penyidik ​​dan Kejaksaan Agung sedang mengusut kasus Fin888 ML atas upayanya melindungi masyarakat dari dugaan penipuan dan secara profesional dan transparan,” ujarnya.
Selain itu
Badan Reserse Kriminal Polri, Dittipidexus, menetapkan taipan gila Surabaya Wahyu Kenzo dan dua orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus robot dagang ATG. Sejauh ini sudah 272 orang menjadi korban dan kerugian mencapai Rp 241 miliar.
“Saat ini jumlah korban mencapai Rp 241.692.319.153 dan total kerugian mencapai 272 orang,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan, Kamis (30/3/2023).

Banyak aset bersifat finansial; rumah, Itu dijamin dalam bentuk tanah dan bangunan. Total aset mencapai sekitar Rp 175 miliar.

Wahyu Kenzo
“Total nilai harta benda yang dipertanggungkan adalah Rp 175.429.217.831,” ujarnya.

Wahyu Kenzo juga diduga melakukan penyelewengan dana trading member. Dana dari anggota ini digunakan untuk tujuan selain perdagangan.

“Saya juga menduga Saudara Dinar Wahyu Septian Dyfrig dan kawan-kawan menyelewengkan dana anggota, tidak semua dana anggota,” ujarnya.

Wahyu Kenzo dan lainnya telah menjual robot dagang bernama ATG sejak awal tahun 2020. Robot perdagangan ditawarkan kepada calon anggota dengan menggunakan organisasi bisnis PT. Platform digital internasional bebas lisensi.

Dan itulah KASUS PENIPUAN TERBARU DI INDONESIA yang dapat Anda simak agar tidak ketinggalan berita.